19-Juni-2017 | 04:34:00 WIB
Ustadz Bro Egi Pilih Dakwah Dijalanan

ADA yang berbeda dengan sosok dai satu ini. Kalau kebanyakan penceramah memberikan tausiah di masjid atau majelis-majelis, tetapi ustadz gaul asal Bogor ini justru berdakwah di jalanan. Hampir semua anak jalanan, seperti komunitas motor di kawasan Megamendung, Puncak Cisarua dan sekitarnya sangat mengenal pria ini.

Ya, Mas Bro Egi--begitu sering disapa menjalankan syiar Islam di tempat-tempat yang justru dikenal penuh cerita kelam. Di gang-gang yang sering dibuat nongkrong anak motor, tempat prostitusi, terminal dan lokasi lainnya yang jarang di jamah pendakwah.

Ustadz yang memiliki nama asli Muhammad Muhsin, ternyata sudah 15 tahun menjalankan dakwah dengan cara "aneh" ini. Lalu apa yang mendasari cara dakwah yang mainstream itu.

"Pada hakekatnya dakwah itu bisa dilakukan dimana saja. Rasulullah dulu menjalankan syiar agama Islam kan juga tidak di masjid. Di pasar, di jalan dan dimana saja kita bisa memberikan tausiah kepada umat, agar tetap berada di jalan Allah SWT," kata Muhsin yang ditemui, hallobandung,  Senin (19/6/2017), di Bogor.

Menurut Muhsin, dakwah di jalan bukan tanpa rintangan dan tantangan. Pernah suatu ketika dia dijebak saat melakukan dakwah di salah satu tempat yang sering dijadikan mangkal para pekerja seks komersil (PSK). Apalagi, cara dakwahnya tidak seperti ustadz dengan baju kebesarannya.

"Saya dikira tamu hidung belang, sampai di kurung dalam kamar. Baru setelah disampaikan maksud dan tujuan saja, alhamdullilah mereka bisa terima," kata Mas Bro Egi, sambil tersenyum.

Memang melihat kesehariannya, tak menunjukan seorang  ustadz atau dai. Cara berpakaiannya pun seperti khalayak umum lainnya. 
Pernah belajar di Pondok Pesantren Salafiah Albarokah Bogor pimpinan KH Aang Furkon, Muhsin terus tanpa lelah memberikan pencerahan kepada setiap orang yang ia temui di jalanan, pasar, gang-gang sempit dan tempat hiburan malam.

Pengalaman terjerumus ke dunia kelam menjadi bekal, Mas Bro Egi, untuk kembali meluruskan jalan hidup sesuai ajaran agama. Dengan berbekal pengalamam tersebut ia pun tak hento-hentinya memberikan tausiah, khususnya di kalangan remaja.

Belum lama ini, ia pun diminta untuk memberikan tausiah dalam acara Presidium Masyarakat Bogor Selatan (PMBS) saat menggelar silaturahmi dengan kegiatan buka puasa bersama, di Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan tersebut,  Muhsin yang juga membidani lahirnya komunitas motor Club Freedom  Indonesia menekankan pentingnya berbuat kebajikan di bulan suci Ramadhan karena bulan Ramadhan merupakan bulan paling mulia. 

Ia mengajak para geng motor berbuat positif dan menjauhi narkoba itu menambahkan, bulan Ramadhan merupakan bulan yang dinanti-nantikan seluruh umat Muslim didunia.

"Bagaimana tidak, karena selain bulan diturunkannya Al Qur'an masih banyak lagi keistimewaan-keistimewaan lainnya. Bulan Ramadhan adalah bulan mulia. Bulan ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa, dan pada bulan ini pula Al Qur'an diturunkan," katanya.

Ditambahkan Mas Bro Egi,  sebagaimana firman Allah SWT dalam Quran surat Al Baqarah  "(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).

"Karena itu, barang siapa diantara kamu hadir (di negeri tampat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa di bulan itu. Di bulan ini setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka diitutup dan surga dibuka seluas-luasnya," paparnya.

Diakhir tauziah, anggota club motor yang diisi sejumlah artis nasional seperti Pasha Ungu dan Ali Syakib itu, mengajak agar seluruh umat muslim khususnya PMBS tak henti-hentinya bersyukur dengan rahmat dan karunia dari Allah SWT serta menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.

Penulis : agus s


Berita Terkait
Jangan Pilih Kepala Daerah Yang Tak Kreatif
Latihan Menembak JBN dan TNI AU
Nurul Arifin Pilih Kang Rully Sebagai Wakilnya
Staf Swiss-Belhotel Mangga Besar Gelar Aksi Pungut Sampah
Staf Swiss-Belhotel Mangga Besar Gelar Aksi Pungut Sampah
Karnaval Kemerdekaan Pukau Warga Bandung